BKK PANGKALPINANG

BKK Pangkalpinang Perkuat Upaya Wujudkan Pelabuhan Sehat Tanjung Pandan

Belitung — Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Pangkalpinang melaksanakan rangkaian kegiatan penguatan kesehatan lingkungan pelabuhan di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, pada 14–16 Juli 2026. Kegiatan tersebut meliputi self assessment Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat (PBUS) Tahun 2026, sosialisasi higiene sanitasi bagi penjamah pangan, serta koordinasi pembentukan Forum Pelabuhan Sehat di Pelabuhan Perikanan Nasional Tanjung Pandan.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BKK Kelas II Pangkalpinang dalam mencegah dan mengendalikan faktor risiko kesehatan di wilayah pelabuhan. Pelaksanaan kegiatan juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara pengelola pelabuhan, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan self assessment PBUS pada 14 Juli 2026 di Pelabuhan Tanjung Pandan. Tim BKK Kelas II Pangkalpinang melakukan peninjauan lapangan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi dan kesiapan pelabuhan dalam memenuhi indikator penyelenggaraan pelabuhan sehat.

Penilaian mencakup komitmen manajemen pelabuhan, kondisi kesehatan lingkungan, sanitasi dasar, pengelolaan limbah, pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit, higiene sanitasi pangan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta dukungan lintas sektor.

Hasil self assessment tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan tindak lanjut terhadap indikator yang masih perlu ditingkatkan menjelang pelaksanaan penilaian PBUS Tahun 2026.

Kegiatan dilanjutkan pada 15 Juli 2026 dengan melakukan Sosialisasi Higiene Sanitasi Penjamah Pangan di Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Pandan. Kegiatan diikuti peserta dari penjamah pangan dari tenant serta perwakilan BKK Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Tanjung Pandan, PT Pelindo Tanjung Pandan, dan KSOP Tanjung Pandan. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah Fiqhi Haerullah, SKM., MKM., serta General Manager PT Pelindo Tanjung Pandan, Andi Nurcahyo.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebersihan pribadi penjamah pangan, tata cara mencuci tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri, pencegahan kontaminasi silang, serta pengolahan dan penyimpanan makanan yang aman.

Materi juga mencakup sanitasi peralatan dan lingkungan, pengendalian vektor di tempat pengelolaan pangan, serta langkah-langkah pencegahan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau foodborne disease. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Sejumlah persoalan yang ditemui dalam pelayanan makanan sehari-hari turut dibahas agar prinsip higiene dan sanitasi dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan pelabuhan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 16 Juli 2026 BKK Kelas II Pangkalpinang melakukan koordinasi dengan Pelabuhan Perikanan Nasional Tanjung Pandan mengenai rencana pembentukan Forum Pelabuhan Sehat. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas sektor dalam membangun kawasan pelabuhan yang sehat, aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Melalui forum ini, setiap instansi dan pemangku kepentingan dapat berperan aktif sesuai kewenangannya dalam pengendalian kesehatan lingkungan, keselamatan kerja, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, PPN Tanjung Pandan menyambut baik rencana pembentukan Forum Pelabuhan Sehat. Pihak PPN akan mempelajari dan menindaklanjuti informasi yang telah disampaikan serta merencanakan pembentukan forum dengan melibatkan seluruh instansi terkait. Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari tersebut menghasilkan sejumlah capaian, antara lain terselenggaranya evaluasi awal kesiapan PBUS, meningkatnya pemahaman penjamah pangan, serta semakin kuatnya koordinasi antara BKK Kelas II Pangkalpinang, PT Pelindo, KSOP, tenant, dan PPN Tanjung Pandan.

BKK Kelas II Pangkalpinang akan terus mendorong tindak lanjut hasil self assessment, pembinaan penjamah pangan secara berkala, serta percepatan pembentukan Forum Pelabuhan Sehat. Melalui sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, Pelabuhan Tanjung Pandan diharapkan mampu menjadi kawasan pelabuhan yang tidak hanya mendukung aktivitas transportasi dan perekonomian, tetapi juga memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi masyarakat dan seluruh pengguna jasa pelabuhan.