Pangkalpinang, 9 Juli 2026 — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang menggelar audiensi bersama BKK Kelas I Manado mengenai pengawasan faktor risiko kesehatan pada alat angkut dan barang. Kegiatan dilaksanakan secara hibrida dari Ruang Rapat Lantai 2 BKK Kelas II Pangkalpinang melalui Zoom Meeting.
Audiensi dibuka oleh Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah Fiqhi Haerullah, S.K.M., M.K.M., dan diikuti oleh Kepala BKK Kelas I Manado, drg. Resi Arisandi, M.M., M.H., S.H., para ketua tim kerja, kepala wilayah kerja, serta pegawai dari kedua instansi. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik dalam meningkatkan efektivitas pengawasan faktor risiko kesehatan di pintu masuk negara.
Dalam sambutannya, Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang menyampaikan bahwa komunikasi dan pertukaran pengalaman antarsatuan kerja penting dilakukan secara berkelanjutan. Berbagai prosedur, inovasi, dan mekanisme pelayanan yang telah diterapkan oleh BKK lain dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kompetensi petugas sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, BKK Kelas I Manado memaparkan transformasi digital yang diterapkan dalam pelaksanaan tugas pengawasan alat angkut dan barang. Transformasi tersebut didukung oleh tiga inovasi utama, yaitu D’RESIK, SMART RESI, dan SMART-SAMPEL.
D’RESIK, atau Deteksi Respon Pemeriksaan Sanitasi dan Inspeksi Kapal, digunakan untuk mendigitalisasi proses pemeriksaan kapal. Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat mengisi hasil pemeriksaan dokumen, kondisi sanitasi, serta pengendalian vektor menggunakan perangkat seluler. Data pemeriksaan tersimpan dalam basis data dan dapat menghasilkan berita acara digital yang dilengkapi tanda tangan nakhoda.
Aplikasi tersebut juga dirancang agar dapat digunakan ketika jaringan internet terbatas. Data yang diisi secara luring dapat disinkronkan saat perangkat kembali terhubung ke internet. Fitur pencatatan koordinat lokasi turut mendukung validitas dan akuntabilitas pelaksanaan pemeriksaan kapal di lapangan.
Sementara itu, SMART RESI digunakan untuk mendukung proses pengajuan, pemeriksaan, dan pemantauan dokumen klaim secara digital. Sistem ini membantu proses verifikasi menjadi lebih cepat, transparan, terdokumentasi, dan mudah dipantau. Adapun SMART-SAMPEL memberikan kemudahan bagi pengguna jasa untuk mengajukan permohonan surat keterangan izin angkut sampel secara daring sehingga pemohon cukup datang ke kantor ketika dokumen telah selesai sekaligus membawa sampel untuk pemeriksaan pengepakan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek teknis, antara lain penggunaan aplikasi secara daring dan luring, pencatatan titik koordinat pemeriksaan, mekanisme pembayaran PNBP, perbedaan pemeriksaan kapal pada kedatangan dan keberangkatan, pencatatan kedatangan jenazah, hingga kendala penerapan aplikasi di wilayah dengan keterbatasan jaringan dan listrik.
Melalui audiensi ini, BKK Kelas II Pangkalpinang memperoleh sejumlah referensi untuk memperkuat digitalisasi pelayanan, pengelolaan data pemeriksaan, serta pelaporan kegiatan pengawasan. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi petugas serta mewujudkan pelayanan kekarantinaan kesehatan yang lebih cepat, akurat, efektif, dan akuntabel.
Butuh Informasi Lebih Lanjut ?