BKK PANGKALPINANG

Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97

Momen Hari Ibu ke-97 diperingati di Balai Kekarantinaan Kelas II Pangkalpinang dengan upacara yang melibatkan seluruhnya pegawai perempuan sebagai petugas upacara.     

Pemilihan seluruhnya petugas perempuan dalam upacara kali ini dimaknai sebagai simbol pemberdayaan dan kesetaraan yang senantiasa diupayakan dan dibangun di lingkungan kerja BKK Pangkalpinang.

Sebagai sebuah bangsa yang besar, perempuan Indonesia selalu memiliki andil besar dan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan.

Dalam lintasan sejarah bangsa ini, perempuan Indonesia telah menjadi agen perubahan-menggerakkan inovasi, memperjuangkan keadilan, dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan. Meski menghadapi berbagai tantangan: beban ganda sebagai Ibu Rumah Tangga dan Ibu Pekerja, stigma, minimnya akses, serta kekerasan berbasis gender, perempuan tidak pernah berhenti berjuang. Dengan ketangguhan, kreativitas, dan daya juang, perempuan terus menunjukkan bahwa kemajuan bangsa tidak pernah terpisah dari kemajuan perempuan. 

Peringatan Hari Ibu ke-97 kali ini menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan, tetapi motor utama perubahan. Perempuan Indonesia bekerja dalam berbagai keterbatasan, namun tetap menjadi pilar ekonomi keluarga, penjaga nilai budaya, pemimpin komunitas,inovator teknologi, pelaku usaha, dan penjaga keberlanjutan kehidupan.

Peringatan ini juga menjadi ruang refleksi dan apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial, profesi, budaya, atau wilayah. Dari perempuan yang berkarya di daerah pesisir hingga mereka yang bekerja di perkotaan; dari perempuan pelaku UMKM, petani, buruh, tenaga kesehatan, dan pendidik, hingga mereka yang berkarya dalam pemerintahan, politik, olahraga, seni, dan teknologi – seluruhnya memiliki kontribusi nyata bagi bangsa.

Perempuan tak lain merupakan wajah ketangguhan bangsa. Dalam ruang domestik rumah tangga maupun di ruang publik, dalam tantangan digital maupun perubahan zaman, Perempuan Indonesia hadir, bekerja, mencipta, serta merawat kehidupan berbangsa dan bernegara.

(Dikutip dari Pidato Resmi Hari Ibu ke 79 – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – dengan beberapa perubahan).