BKK PANGKALPINANG

Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Pemeriksaan HPV DNA

Upaya pencegahan kanker serviks terus diperkuat melalui kegiatan deteksi dini dengan metode HPV (Human Papillomavirus) DNA self sampling yang dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 24-25 November 2025 di Lapas Perempuan Kota Pangkalpinang.

Program skrining menyasar perempuan berusia 18–69 tahun yang sudah atau pernah menikah. Didapat sejumlah 93 orang peserta yang berhasil diambil sampelnya. Adapun prosedur pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik self sampling, yaitu metode yang memungkinkan peserta mengambil sampel secara mandiri dengan bimbingan tenaga kesehatan. Metode ini dinilai lebih nyaman, mudah, dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam deteksi kanker serviks secara dini keberadaan DNA Virus HPV tipe risiko tinggi (HPV tipe 16 dan 18).

Peserta yang mengikuti pemeriksaan sebelumnya telah memenuhi sejumlah ketentuan antara lain: memiliki nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK) (meskipun peserta tanpa NIK tetap diupayakan untuk diambil sampelnya) serta memastikan tidak melakukan hubungan seksual dalam 1×24 jam sebelum pemeriksaan. Selain itu, peserta tidak sedang menstruasi atau hamil, dan tidak menggunakan obat, krim, atau produk pembersih area vagina dalam 2 hari sebelum pemeriksaan.

Setelah seluruh sampel terkumpul, pada 25 November 2025 sampel tersebut kemudian dikirim ke Labkesda DKI Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk tindak lanjut kesehatan bagi peserta, terutama jika ditemukan potensi risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV), sebagai penyebab utama kanker serviks.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Puskesmas Tamansari, serta Lapas Perempuan Kota Pangkalpinang sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini. Diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menurunkan angka kejadian kanker serviks di masyarakat serta meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi.